Selasa, 29 Oktober 2013

Palangka

Tahun 1950 an, Presiden Soekarno sudah memprediksi Jakarta pasti akan tumbuh secara tak terkendali. Saya rasa sekarang kita mengalaminya. Jakarta begitu akrab dengan peliknya soal seperti macet, banjir, sampah dan masih banyak lagi masalah. Dulu Soekarno pernah punya mimpi memindahkan ibukota negara ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Siang tadi saya tiba di Palangka. Setelah tiba di Palangka untuk beberapa hari urusan kantor saya, saya coba menebak nebak, kenapa harus Palangka yang diinginkan Soekarno?

Mungkin yang pertama, Palangkaraya ada di pulau yang sangat luas dan letaknya ada di tengah gugusan pulau-pulau nusantara. Yang kedua mungkin karena Beliau ingin menghilangkan peran yang begitu sentral dari Jawa yang menurut saya diterapkan oleh VOC dalam berdagang jaman kerajan-kerajaan tempoe doeloe.

Hebat memang ide Soekarno. Dari beberapa referensi saya ketemu konon Soekarno ingin membangun Palangka sebagai sebuah kota megah dengan moda transportasi darat dan sungai di pusat kota. Di Palangka, ada sungai Kahayan yang rencana Soekarno akan dibuat cantik mirip sungai-sungai di Eropa. Orang bisa bersantai dan menikmati kota dengan aliran sungai.

Kini Jakarta  semakin semrawut dan jauh dari kesan kota yang megah, dan palangkaraya masih tetap lambat berbenah dalam pembangunannya.

1965. Saat kejatuhan Soekarno mimpi itupun berlalu. Soeharto menjadikan semua sangat 'jakarta'. Dan di Palangkaraya hanya tertinggal sebuah monumen Soekarno sebagai pengingat. Yang lainnya ikut terkubur bersama mimpi.

*Malam dingin di Palangka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar