Saat logika terselimuti oleh emosi rasa
dan aku selalu tidak bisa menolak sapaannya
Senin, 20 Januari 2014
Senin, 06 Januari 2014
Terpesona
Saya selalu terpesona pada orang-orang (terlebih cewek-cewek) yang bisa mengolah kata dengan pintar dan punya kemampuan komunikasi yang baik.
Merapikan Yang Berantakan
Orang bilang hidup harus berubah. Tidak stagnan. Hidup yang tidak berubah tidak layak untuk dihidupi.
Saya memang selalu berusaha menemukan sesuatu yang ideal dalam diriku. Ya tentu saja. Hidup adalah satu proses untuk terus menjadi ideal. Ada begitu banyak hal, yang indah dan penting kini seperti terasa kosong. Aku ingin berlari terus mengejar setiap ketertinggalanku.
Merapikan hidup yang berantakan memang sulit. Tapi ini awal tahun. Akan semakin sulit, kalau tidak sekarang.
Saya memang selalu berusaha menemukan sesuatu yang ideal dalam diriku. Ya tentu saja. Hidup adalah satu proses untuk terus menjadi ideal. Ada begitu banyak hal, yang indah dan penting kini seperti terasa kosong. Aku ingin berlari terus mengejar setiap ketertinggalanku.
Merapikan hidup yang berantakan memang sulit. Tapi ini awal tahun. Akan semakin sulit, kalau tidak sekarang.
Kamis, 02 Januari 2014
Pada akhirnya semua akan pergi
Hari ini, satu lagi teman yang baik, saudara, juga kakak kelas semasa smp dulu telah pergi. Kabar duka di hari ke 3 awal tahun ini. RIP Febby Adja.
Sisa-sisa kemeriahan tahun baru langsung berubah duka sejenak karena kepergianmu.
Entah mengidap sakit apa, saya sendiri kurang tahu. Dari facebook istrinya saya tahu info ini. Semakin sedih, karena dia mati muda, meninggalkan seorang istri yang adalah adik kelas kami smp dulu, dengan seorang pangeran kecil bernama Leon.
Selamat jalan Feby, Pada waktunya semua akan pergi. Kebetulan saja kau dahulu.
Feby dan Leon
(Ini foto saya ambil dr Fb nya Feby)
Rabu, 01 Januari 2014
waktu hanya ilusi
Bahkan tidak semua keinginanmu bisa dijawab oleh waktu....
31/12/2013 menjelang pergantian tahun, Jakarta diguyur hujan - hujan kecil yang tidak berhenti. Cuaca sejuk cenderung dingin ini menandai hari terakhir di tahun 2013. Biasanya banyak orang mulai membuat evaluasi, bisa juga refleksi keleidoskop hidup setahun waktu yang telah terlewati, lalu mulai lagi dengan resolusi-resolusi baru sebagai komitmen terhadap waktu di tahun mendatang. Sebagaimana isyarat paham eksistensialisme, setiap orang bertanggung jawab atas semua kemauan atau keinginannya yang bebas, lalu melihat pengalaman, tindakan, perasaan, pikiran atau juga benda yang menanmpakkan dirinya pada setiap kita, dipandang, diresap, secara bebas. Human is condemned to be free - tegas dictum Sartre itu.
Untuk saya 2013 menoreh banyak kisah namun hanya ada dua hal yang selalu saya ingat ;
1 Januari 2013 saya dapatkan SK pemindahan tugas kerja dari BLKI Makassar ke PHI dan Jamsos Jakarta. Pindah kota, juga pindah suasana kerja. Suasana kerja yang baru membuat saya sedikit butuh waktu beradaptasi. Alhamdulilah, Puji Tuhan, sudah benar tune dengan kerjaan sekarang. Sebelumnya di Makassar saya merasa terdampar, selalu mengeluh oleh karena saya tidak merasa berkembang dalam prospek dan substansi kerja saya. Saya yang basic pendidikan hukum ditempatkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja. The right man on the right place sebagai prinsip di tempat saya telah dikangkangi. hehehe. Dan saya seperti terkutuk tapi tidak bebas. hehehe.
Ketika ditanya oleh pimpinan baru saya tentang alasan pemindahan, saya sambil senyum jujur menjawab kalau saya orang yang mau belajar, dan saya merasa di PHI dan Jamsos saya lebih bisa banyak belajar. Dan benar. semenjak februari 2013, saya mulai bergelut dengan masalah-masalah hubungan industrial yang membuat kerja-kerja kantor saya kembali bergairah.
18 Mei 2013. Hari dimana saya membuat keputusan besar dalam hidup. Saya menikah. Ini keputusan berani sekali dalam hidup saya, di saat saya merasa banyak hal belum siap. Ada teman saya bilang, Hei.. menikah itu bukan hanya soal bersama wanita Her.., dan semakin ke sini saya sadari itu benar. Harus ada saling memahami, saling percaya, saling setia, saling dengar dan semua itu bermuara di komunikasi dua arah yang baik tanpa egois. Puji Tuhan saya masih terus belajar menjadi lebih baik dari semua itu.
Selain dua hal itu banyak hal juga telah terjadi. Suka atau duka, senang dan kesal, datang dan pergi begitu membentuk pengalaman yang sekarang. Yah begitulah.
No regret. I've done my best. And if there were mistakes i've learn from it. Like a lot. The future is bright. And yes everyrthing gona be alright.
Selamat menjalani hidup di tahun baru 2014. Waktu hanyalah tetap ilusi.
18 Mei 2013. Hari dimana saya membuat keputusan besar dalam hidup. Saya menikah. Ini keputusan berani sekali dalam hidup saya, di saat saya merasa banyak hal belum siap. Ada teman saya bilang, Hei.. menikah itu bukan hanya soal bersama wanita Her.., dan semakin ke sini saya sadari itu benar. Harus ada saling memahami, saling percaya, saling setia, saling dengar dan semua itu bermuara di komunikasi dua arah yang baik tanpa egois. Puji Tuhan saya masih terus belajar menjadi lebih baik dari semua itu.
Selain dua hal itu banyak hal juga telah terjadi. Suka atau duka, senang dan kesal, datang dan pergi begitu membentuk pengalaman yang sekarang. Yah begitulah.
No regret. I've done my best. And if there were mistakes i've learn from it. Like a lot. The future is bright. And yes everyrthing gona be alright.
Selamat menjalani hidup di tahun baru 2014. Waktu hanyalah tetap ilusi.
Senin, 23 Desember 2013
Seruan Antonius Doni Dihen
SERUAN ANTONIUS DONI DIHEN UNTUK POSISI POLITIK GEREJA YANG BERMARTABAT
(1) Menyambut dengan tenang rencana penerbitan Surat Gembala KWI menghadapi Pemilu 2014. Kita berharap surat gembala ini lahir dari proses refleksi yang tenang dan dalam, bebas kepentingan sempit, dan menggambarkan ketulusan gereja dalam memberikan yang terbaik bagi perkembangan demokrasi.
(2) Surat Gembala pada posisinya yang paling minimalis, pasti mengajak umat Katolik berpartisipasi aktif dalam hajatan Pemilu. Namun kami berharap, ada hal yang perlu ditekankan dari suara gereja, yakni partisipasi politik dalam cara yang berkualitas. Tidak hanya partisipasi, tapi partisipasi yang berkualitas. Kita telah melewati sekian kali pemilu, tapi yang nyata dalam kehidupan demokrasi kita adalah lemahnya kompetensi memilih. Kita tidak mampu mengidentifilasi pemimpin atau wakil yang baik karena sekat-sekat kepentingan yang ada di dekat kita, entah itu kepentingan primordial atau kepentingan ekonomi.
(3) Menyadari besarnya peran media dalam proses pembentukan sikap politik, gereja perlu mengajak umatnya yang bekerja di berbagai lembaga media, agar bersama-sama berkomitmen memperjuangkan politik yang lebih bermartabat. Orientasi bisnis yang menggeser segala komitmen untuk politik yang lebih bermartabat harus dijaga.
(4) Secara praktis, gereja perlu mengambil langkah advokasi yang lebih nyata dan bergereget. Salah satunya adalah dengan mengumumkan moratorium sumbangan pembangunan gereja oleh politisi. Ini karena banyak politisi yang mencuci bersih citra mereka melalui sumbangan pembangunan fisik gereja. Setelah korupsi dan hadir tanpa impak bagi kesejahteraan masyarakat, para politisi incumbent dapat dengan mudah membersihkan diri melalui sumbangan pembangunan fisik gereja dan berbagai kegiatan kegerejaan. Cara ini dapat menghancurkan kemampuan gereja mengambil peran dalam menegakkan etika dan moralitas politik. Terima kasih, Selamat Natal 2013.
------------------------------------
Ini Pikiran yg tajam dari seorang Politisi Katolilk yg jujur dan bersih.
Kamis, 05 Desember 2013
Selamat Jalan Nelson Mandela
Kematian memang akan menjemput semua orang, dan disitulah orang sadar bahwa hidup harus diisi dengan perjuangan kemanusiaan dan kebaikan.
Selamat Jalan Nelson Mandela. Kepada peradaban, anda telah memberi lebih.
Selamat Jalan Nelson Mandela. Kepada peradaban, anda telah memberi lebih.
Langganan:
Postingan (Atom)



